Tag Archive | pemberontakan

Pemikiran seekor lembu Serbia

Ada banyak keajaiban yang terjadi di dunia ini, dan negara kami, seperti yang dikatakan oleh banyak orang, penuhdengan banyak keajaiban sampai-sampai keajaiban yang terjadi di sini tidak lagi dianggap sebagai keajaiban. Ada orang-orang denganposisi yang sangat tinggi di sini yang sama sekali tidak menggunakan pikirannya, dan sebagai kompensasinya, atau mungkin karena beberapa alasan lain, seekor sapi ternak biasa, yang tidak berbeda sedikit pun dari lembu Serbia lainnya, mulai membuka pikirannya. Entah apa yang terjadi sehingga hewan yang cerdik ini berani melakukan sesuatu yang kurang ajar seperti itu, terutama karena sudah terbukti bahwa penjajahan yang tidak menguntungkan di Serbia ini hanya akan merugikan Anda.

Boleh dibilang, iblis yang malang ini, dengan semua kenaifannya, bahkan tidak mengetahui bahwa usaha ini tidak mendatangkan keuntungan di tanah airnya, jadi kita tidak akan menghubungkannya dengan keberanian sipil tertentu. Tetapi penyebab mengapa seekor lembu harus menggunakan pikirannya masih menjadi misteri, karena dia tidak memiliki hak pilih, bukan seorang anggota dewan, ataupunlurah, dia juga belum terpilih sebagai wakil di majelis sapi mana pun, atau bahkan seorang senator(jika dia telah mencapai usia tertentu).

Dan seandainya jiwa yang malang itu pernah bermimpi untuk menjadi seorang menteri negara di negara sapi mana pun, dia seharusnya mempraktikkan cara yang sebaliknya, yaitu menggunakan pikirannya sejarang mungkin, sama seperti menteri-menterihebat di beberapa negara yang lebih bahagia, meskipun negara kami juga tidak seberuntung itu dalam hal ini. Pada akhirnya, mengapa pula kita harus peduli tentang penyebab mengapa seekor lembu di Serbia melakukan usaha keras yang sudah ditinggalkan oleh rakyatnya?Lagipula, mungkin dia mulai menggunakan pikirannya hanya karena naluri alaminya.

Jadi, lembu jenis apakah dia? Seekor lembu biasa yang, seperti yang diajarkan ilmu hewan kepada kita, memiliki kepala, tubuh, dan anggota tubuh, sama seperti semua lembu lainnya; dia menarik gerobak, memakan rumput, menjilati garam, memamah biak dan meringkik. Namanya Abu.

Inilahawal mula mengapa dia mulai menggunakan pikirannya.Pada suatu hari majikannya mencambuk dirinya dan temannya, Arang, yang mengangkut beberapa tiang pancang curian dengan gerobak dan membawanya ke kota untuk dijual. Sesaat setelah memasuki kota, dia menjual tiang pancang tersebut,kemudian Abu dan temannyayang masih bebas, diikat menggunakanrantai padasebuah kuk, dia lalu melemparkan seikat bunga anemon di depan mereka, dan dengan riang pergi ke sebuah bar kecil untuk menyegarkan diri dengan sedikit minuman. Ada festival yang sedang berlangsung di kota, jadi ada banyak pria, wanita, dan anak-anak yang melintas dari semua sisi.

Arang, atau yang dikenal oleh lembu lain sebagai lembu yang agak bodoh, tidak melihat apa-apa, sebaliknya, dia terjebak dalam makan siangnya dengan sangat serius, makan dengan perut yang buncit, meringkik sedikit karena menikmati makanannya, kemudian berbaring, tertidur manis sambil mengunyah. Orang-orang yang melintasdi sanabukanlah urusannya. Dia hanya tertidur dan mengunyah dengan damai (sayangnya dia bukan manusia, semua kebiasaanitu cocok untuk karir yang tinggi).Tapi Abu tidak bisa memakan makanannya. Matanya yang melamun dan ekspresi sedih di wajahnya sekilas menunjukkan bahwa dia adalah seekor pemikir, dan sebuah jiwa yang manis dan mudah terpengaruh.

Orang-orang Serbia melewatinya, bangga dengan masa lalu mereka yang mulia, nama mereka, bangsa mereka, dan kebanggaan ini terlihat dalam sikap dan langkah mereka yang tegas. Abu mengamati semua ini, dan jiwanya tiba-tiba diliputi oleh kesedihan dan rasa sakit karena ketidakadilan yang luar biasa, dan dia tidak bisa menolak emosi yang begitu kuat dan tiba-tiba ini; dia meringis sedih, dengan rasa sakit, air mata mengalir di matanya. Dan dalam kesakitan yang luar biasa ini, Abu mulai berpikir:

– Hal apa yang sangat dibanggakan olehmajikanku dan rekan-rekan senegaranya, orang-orang Serbia? Mengapa mereka mengangkat kepala mereka begitu tinggi dan memandang bangsaku dengan penuh kesombongan dan penghinaan?Mereka bangga dengan tanah air mereka, bangga bahwa takdir yang penuh dengan belas kasih mengijinkan mereka untuk terlahir di Serbia. Ibuku juga melahirkanku di sini, di Serbia, dan Serbia bukan hanya tanah airku tetapi juga ayahku, dan nenek moyangku, samaseperti mereka, kami semuadatang bersama-sama ke tanah ini dari tanah air Slavia yang lama.

Namun tak satu pun dari kami, para lembu, yang merasa bangga karenanya, kami hanya bangga dengan kemampuan kami untuk menarik beban yang berat ke atas bukit; sampai hari ini, tidak pernah ada seekor lembu pun yang memberi tahu seekor lembu Jerman: “Apa yang kamu inginkan dariku, aku adalah seekor lembu Serbia, tanah airku adalah negara Serbia yang aku banggakan, semua leluhurku melahirkan di sini, dan di sini, di negeri ini, adalah kuburan nenek moyangku.“Amit-amit, kami tidak pernah bangga akan hal ini, hal seperti ini tidak pernah terlintas di benak kami, tapi mereka bangga akan hal itu. Dasar orang aneh!

Karena pikiran-pikiran ini, sayangnya, lembu itu menggelengkan kepalanya, bel di lehernya berbunyi dan kuk pun berderak.Arang membuka matanya, menatap temannya, dan melenguh:

–Lagi-lagi kau memusingkan diri dengan semua omong kosongmu! Makanlah bodoh, kumpulkan sedikit lemak, lihatlah tulang-tulang rusukmu yang mencuat; jika berpikir adalahsuatu hal yang baik, orang-orang tidak akan menyerahkannya kepada kita. Tidak mungkin kita seberuntung itu!

Abu memandang rekannya dengan rasa kasihan, memalingkan muka darinya, dan tenggelam kembali dalam pikirannya.

–Mereka bangga dengan masa lalu mereka yang gemilang. Mereka melalui Medan Kosovo, Pertempuran Kosovo.Hanya itu, bukankah nenek moyangkujuga menarik gerobak yang berisi makanan dan persenjataan pada saat itu?Jika bukan karena kami, orang-orang itu harus melakukannya sendiri.Kemudian ada pemberontakan saat melawan Turki. Suatu usaha yang agung dan mulia, tetapi siapa yang berada di sana saat itu? Apakah orang-orang tolol berhidung tinggi ini, yang mondar-mandir dengan bangga di hadapanku seolah-olah merekalah yang berjasa karena mengangkat pemberontakan?Lihat saja majikanku sebagai contohnya.

Dia juga sangat bangga dan membual tentang pemberontakan, terutama karena fakta bahwa kakek buyutnya tewas dalam perang kemerdekaan sebagai pahlawan sejati. Dan apakah itu jasa tuanku? Kakek buyutnya berhak untuk bangga, tapi bukan dia; kakek buyutnya tewasagar tuanku, keturunannya, bisa bebas. Dan sekarangdia sudah bebas, lalu bagaimana dia menggunakan kebebasannya? Dia mencuri tiang pancang orang lain, duduk di gerobak, dan aku harus menarik dirinya dan tiang pancang itu saat dia tertidur di belakang tali kekang.

Sekarang,setelah menjual tiang pancangnya, dia meminum minuman keras, tidak melakukan apa-apa dan bangga dengan masa lalunya yang gemilang.Dan ada berapa banyak dari nenek moyangku yang telah dibantai dalam pemberontakan untuk memberi makan para pejuang?Dan bukankah nenek moyangku pada saat itu juga mengangkut persenjataan, meriam, makanan, dan amunisi?Namun kami tidak bangga dengan jasa mereka karena kami belum berubah; kami masih melakukan tugas kami hingga hari ini, seperti yang dilakukan oleh nenek moyang kami, dengan sabar dan hati-hati.

Mereka bangga atas penderitaan nenek moyang mereka dan lima ratus tahun perbudakan. Kerabatku telah menderita di sepanjang hidup kami, dan hari ini kami masih menderita dan diperbudak, namun kami tidak meneriakkan hal itu sekeras-kerasnya.Mereka bilang orang Turki telah menyiksa, membantai dan menusuk mereka; tapi nenek moyangku dibantai oleh orang Serbia maupun Turki, dipanggang, dan disiksa sedemikian rupa.

Mereka bangga dengan agama mereka, namun mereka tidak percaya pada apa pun. Apa kesalahanku dan bangsaku sehingga kami tidak dapat diterima di antara orang-orang Kristen? Agama mereka mengatakan kepada mereka untuk “jangan mencuri” tapi tuanku malah mencuri dan minum-minum dari uang yang dia dapat dari mencuri. Agama mereka memerintahkan mereka untuk mencintai sesamanya, namun mereka hanya menyakiti satu sama lain. Bagi mereka, manusia terbaik, sebagai contoh kebajikan, adalah manusia yang tidak melakukan kejahatan, dan tentu saja, tidak ada yang meminta siapa pun untuk melakukan kebaikan, selain tidak menyakiti orang lain. Itulah contoh dari seberapa rendahnya mereka sehingga contoh kebajikan mereka tidak lebih dari barang tidak berguna yang tidak membahayakan.

Lembu itu menghela nafas dalam-dalam, dan hela nafasnya mengangkat debu dari jalanan.

– Jadi – lembu itu melanjutkan pikiran sedihnya – dalam hal ini, bukankah aku dan kerabatku lebih baik dalam semua itu daripada mereka? Aku tidak pernah membunuh siapa pun, aku tidak pernah mencemarkan nama baik siapa pun, tidak pernah mencuri apa pun, tidak memecat orang yang tidak bersalah dari layanan publik, tidak mendefisitkan kas negara, belum pernah menyatakan kebangkrutan palsu, aku tidak pernah mengikat atau menangkap orang yang tidak bersalah, aku tidak pernah memfitnah teman-temanku, aku tidak pernah melanggar prinsip-prinsip lembuku, aku tidak pernah membuat kesaksian palsu, aku tidak pernah menjadi menteri negara dan tidak pernah merugikan negara, dan aku bukan hanya tidak merugikan, aku bahkan berbuat baik kepada mereka yang menyakitiku.

Ibuku melahirkanku, dan tidak lama kemudian, orang-orang jahat itu bahkan mengambil susu ibuku dariku. Tuhan setidaknya telah menciptakan rumput untuk kami para lembu, bukan untuk manusia, namun mereka juga mencabuti rumput-rumputkami.Dan dengan mengesampingkan semua pukulan itu, kami tetap menarik gerobak manusia, membajak ladang mereka dan memberi mereka roti. Namun tidak ada yang mengakui jasa yang kami lakukan untuk tanah air ini…

– Atau puasa contohnya; Nah, bagi manusia, agama memerintahkan mereka untuk berpuasa pada semua hari raya, namun mereka bahkan tidak bersedia untuk menanggung puasa yang sebentar ini, sementara aku dan bangsaku berpuasa di sepanjang hidup kami, sejak pertama kali kami disapih dari payudara ibu.

Lembu ini menundukkan kepalanya seolah-olah dia khawatir, lalu mengangkatnya lagi, mendengus marah, dan sepertinya ada suatu hal penting yang masuk kembali ke dalam pikirannya dan menyiksanya; Tiba-tiba, dia melenguh dengan gembira:

– Oh, aku tahu sekarang, pasti karena itu – dan dia terus berpikir, – itu dia; mereka bangga dengan kebebasan dan hak sipil mereka. Akuharus memikirkannya dengan serius.

Dan dia berpikir, dan berpikir, tapi tidak bisa mengeluarkannya.

– Apasaja hak-hak mereka ini? Jika polisi memerintahkan mereka untuk memilih, mereka akanmemilih, dan jika seperti itu, kamidapat dengan mudah melontarkan kata: “Mee-mii-liih!” Dan jika mereka tidak diperintahkan, mereka tidak berani memilih, atau bahkan mencoba-coba politik, sama seperti kami. Mereka juga mendapatkan pemukulan di penjara, meskipun sama sekali tidak bersalah. Setidaknya kami meringkik dan melambaikan ekor kami, dan mereka bahkan tidak memiliki keberanian sipil yang kecil itu.

Pada saat itu, majikannya keluar dari bar. Mabuk, terhuyung-huyung, dengan mata yang kabur, menggumamkan beberapa kata yang tidak bisa dimengerti, berjalan menuju gerobak.

– Lihatlah bagaimana keturunan yang sombong ini menggunakan kebebasan yang dimenangkan dengan darah leluhurnya? Benar, majikanku adalah seorang pemabuk dan pencuri, tapi bagaimana orang lain menggunakan kebebasan ini? Hanya untuk bermalas-malasan dan bangga akan masa lalu dan jasa nenek moyang mereka, di mana mereka memiliki kontribusi sebanyak diriku. Dan kami para lembu, kami tetap menjadi pekerja keras dan berguna seperti nenek moyang kami sebelumnya.Kami memang lembu, tapi kami masih bisa bangga dengan kerja keras dan jasa kami hari ini.

Lembu itu menghela nafas dalam-dalam dan menyiapkan lehernya untuk kuknya.

 

Di Beograd, 1902.
Untuk Proyek “Radoje Domanović” diterjemahkan oleh Verdia Juliansyah Cancerika, 2020.

Alasan seekor lembu Serbia biasa

Banyak keajaiban yang berlaku di dunia ini, dan di negara kami, seperti ramai orang katakan, dipenuhi dengan keajaiban sehingga keajaiban tidak lagi menjadi keajaiban. Ada orang di sini dengan kedudukan yang sangat tinggi sama sekali tidak berfikir, dan sebagai ganti rugi, atau mungkin untuk beberapa alasan lain, seekor lembu petani biasa, yang tidak sedikitpun berbeza dengan lembu Serbia yang lain, mula berfikir. Hanya Tuhan tahu apa yang terjadi yang membuatkan haiwan pintar ini berani melakukan usaha yang lancang, terutamanya kerana telah terbukti bahawa di Serbia penjajahan malang ini hanya membawa kerugian. Boleh kita katakan bahawa binatang malang ini, di dalam kesemua kenaifannya, tidak tahu bahawa usaha ini tidak menguntungkan di tanah airnya, jadi kita tidak akan menganggapnya dengan sebarang keberanian sivik tertentu. Tetapi masih menjadi misteri mengapa seekor lembu harus berfikir kerana dia bukan pengundi, atau ahli dewan, atau hakim, atau dia telah dipilih sebagai wakil di mana-mana dewan lembu, atau bahkan (jika dia telah mencapai usia tertentu) senator. Dan seandainya si malang itu pernah bermimpi menjadi menteri negara di mana-mana negara lembu, dia seharusnya tahu bahawa sebaliknya, dia harus mempraktikkan cara berfikir sesedikit mungkin, seperti menteri-menteri cemerlang di beberapa negara yang lebih bahagia, walaupun negara kita tidak begitu bernasib baik dalam hal ini. Di akhirnya, mengapa kita harus peduli tentang mengapa seekor lembu di Serbia melakukan usaha yang ditinggalkan oleh rakyatnya? Juga, mungkin dia mula berfikir hanya kerana naluri semula jadinya.

Jadi, apakah jenis lembu itu? Lembu biasa yang, seperti zoologi mengajar kita, berkepala, badan, dan anggota badan, seperti semua lembu lain; dia menarik sebuah kereta sorong, memakan rumput, menjilat garam, merenung dan melenguh. Namanya Kelabu.

Inilah cara dia mula berfikir. Suatu hari tuannya mengikatnya dan rakannya, Hitam, memuatkan beberapa piket yang dicuri ke dalam kereta sorong dan membawa mereka ke bandar untuk berjualbeli. Hampir seketika memasuki bandar, dia menjual piket dan kemudiannya membuka penyambungKelabu dan rakannya, menyangkut dengan rantai yang mengikat mereka ke penyambung, melemparkan seberkas rumput bidal di depan mereka, dan dengan riang pergi ke sebuah kedai kecil untuk menyegarkan diri dengan beberapa minuman. Terdapat perayaan yang sedang berlangsung di bandar itu, jadi ada lelaki, wanita, dan anak-anak yang datang dari semua sudut. Si Hitam, atau dikenali oleh lembu lain sebagai agak bodoh, tidak melihat apa-apa, sebaliknya, dia makan tengahari dengan tegas, makan sepenuh perut, tersendat sedikit dari kenikmatan yang tulus, dan kemudian baring, tidur dengan lembut dan merenung. Semua orang yang lalu tidak dipedulikannya. Dia hanya tertidur dan merenung dengan damai (sayang sekali dia bukan manusia, dengan semua kecenderungan ini untuk kerjaya yang tinggi). Tetapi Kelabu tidak dapat menjamah sedikit pun. Matanya yang mengelamun dan ekspresi sedih di wajahnya menunjukkan pada pandangan pertama bahawa ini adalah sejenis pemikir, dan jiwa yang baik dan memberi kesan. Orang ramai, orang Serbia, berlalu dekat dengannya, bangga dengan masa lalu mereka yang gemilang, nama mereka, bangsa mereka, dan kebanggaan ini menunjukkan sikap dan langkah mereka yang tegas. Kelabu mengamati semua ini, dan jiwanya tiba-tiba ditelan oleh kesedihan dan keperitan akibat ketidakadilan yang luar biasa, dan dia tidak dapat lari dari emosi yang kuat, tiba-tiba dan berkuasa; dia melenguhkesedihan, pilu, air mata bergenang di matanya. Dan dalam kesakitannya yang amat sangat, Kelabu mula berfikir:

– Apa yang tuanku dan rakan-rakannya, orang Serbiabanggakan? Mengapa mereka mengangkat kepala mereka dengan begitu tinggi dan memandang kaumku dengan rasa angkuh dan jijik? Mereka bangga dengan tanah air mereka, bangga kerana nasib yang penuh belas kasihan telah mengurniakan mereka dilahirkan di sini di Serbia. Ibuku juga melahirkan aku di sini di Serbia, dan Serbia bukan sahaja tanah kelahiranku tetapi ayahku juga, dan nenek moyangku, sama seperti mereka, bersama-sama, datang ke negeri-negeri ini dari tanah air usangSlavia. Namun tidak ada satupun dari kami yang merasa bangga dengannya, kami hanya bangga dengan kemampuan kami untuk menaikkan beban yang lebih beratuntuk ke atas bukit; hingga hari ini, tidak pernah ada seekor lembu yang memberitahu seekor lembu Jerman: “Apa yang engkau mahukan dariku, aku adalah lembu Serbia, tanah airku adalah negara Serbia yang membanggakan, semua nenek moyangku telah dilahirkan di sini, dan di sini, di negeri ini, adalah kubur nenek moyangku.” Tuhan melarang, kami tidak pernah bangga dalam hal ini, tidak pernah terlintas di fikiran kami, dan mereka bahkan bangga akan hal itu. Orang-orang aneh!

Dengan pemikiran ini, lembu yang sedih itu menggelengkan kepalanya, loceng di lehernya berdering dan penyambung berderak. Hitam membuka matanya, memandang rakannya, dan menguak:

– Engkau dah mula lagi dengan karut-marutmu! Makan, bodoh, tumbuhkan sedikit lemak, lihat tulang rusukmu semua kelihatan; jika difikirkan dengan baik, manusia tidak akan menyerahkannya kepada kita lembu. Tidak mungkin kita bernasib baik!

Kelabu memandang rakannya dengan rasa kasihan, memalingkan kepalanya darinya, dan meresap kembali kepada pemikirannya.

– Mereka bangga dengan masa lalu mereka yang gemilang. Mereka mempunyai Tanah Kosovo, Pertempuran Kosovo. Biasa sahaja, bukankah nenek moyangku telah menarik kereta sorong dengan makanan dan persenjataan sejak dari dahulu? Sekiranya bukan kerana kita, manusia terpaksa melakukannya sendiri. Kemudian berlaku pemberontakan terhadap orang Turki. Usaha yang agung dan mulia, tetapi siapa yang berada di sana pada masa itu? Adakah orang-orang bodoh yang hidung tinggi ini, mengatur langkah dengan bangga di hadapanku seolah-olah ianya jasa mereka, yang menimbulkan kebangkitan? Di sini, ambil tuanku sebagai contoh. Dia juga begitu bangga dan sombong dengan pemberontakan itu, terutama dengan kenyataan bahawa datuk dan neneknya mati dalam perang pembebasan sebagai pahlawan sejati. Dan adakah ini jasa tuanku? Moyangnya berhak berbangga, tetapi bukan dia; datuk dan neneknya meninggal sehingga tuanku, keturunannya, mendapat kebebasan. Jadi dia bebas, dan bagaimana dia menggunakan kebebasannya? Dia mencuri piket orang lain, duduk di dalam kereta sorong, dan aku harus menariknya dan piket semasa dia tidur di kendali. Sekarang dia telah menjual piketnya, dia minum minuman keras, tidak melakukan apa-apa dan bangga dengan masa lalu yang gemilang. Dan berapa banyak nenek moyangku yang telah disembelih dalam pemberontakan untuk dimakan oleh para pejuang? Dan bukankah nenek moyangku pada masa itu menarik persenjataan, meriam, makanan, peluru? Namun kita tidak berbangga dengan jasa mereka kerana kita tidak berubah; kita masih menjalankan tugas kita hari ini, seperti yang dilakukan oleh nenek moyang kita, dengan sabar dan teliti.

Mereka bangga dengan penderitaan nenek moyang mereka dan selama lima ratus tahun menjadi hamba. Saudaraku telah menderita sepanjang kewujudan kita, dan hari ini kita masih menderita dan diperhambakan, namun kita tidak menjerit mengenainya melebihi suara kita. Mereka mengatakan bahawa orang Turki telah menyeksa, menyembelih dan mengotori mereka; tetapi, nenek moyangku dibunuh oleh orang Serbia dan Turki, dan dipanggang, dan diseksa dengan segala jenis seksaan.

Mereka bangga dengan agama mereka, namun mereka tidak percaya apa-apa. Apakah kesalahanku dan kaumkusehingga kita tidak dapat diterima di kalangan orang Kristian? Agama mereka mengatakan kepada mereka “janganlah kamu mencuri” dan tuanku ada mencuri dan minum dengan wang hasil dia dapat dengan mencuri. Agama mereka memerintahkan mereka untuk mengasihi sesama mereka, namun mereka hanya saling menyakiti. Bagi mereka, yang terbaik dari lelaki, contoh kebajikan, adalah orang yang tidak melakukan apa-apa keburukan, dan tentu saja, tidak ada yang menganggap meminta sesiapa untuk melakukan sesuatu yang baik juga, selain tidak melakukan keburukan. Begitulah rendahnya nilai yang mereka perolehi bahawa contoh kebajikan mereka tidak lebih dari perkara tidak berguna yang tidak membahayakan.

Lembu itu menghela nafas sedalam-dalamnya, dan nafasnya mengangkat debu dari jalanan.

– Maka – lembu itu meneruskan pemikiran sedihnya – dalam hal ini, bukankah aku dan keluargaku lebih baik daripada mereka semua itu? Aku tidak pernah membunuh sesiapa pun, aku tidak pernah memfitnah sesiapa pun, tidak pernah mencuri apa-apa, tidak pernah memecat orang yang tidak bersalah dari perkhidmatan awam, tidak pernah membuat kekurangan dalam perbendaharaan negara, tidak pernahmengakui kebankrapan palsu, akutidak pernah merantai atau menangkap orang yang tidak bersalah, akutidak pernah memfitnah rakan-rakan lembuku, akutidak pernah bertentangan dengan prinsip lembuku, akutidak pernah membuat kesaksian palsu, akutidak pernah menjadi menteri negara dan tidak pernah melakukan perkara yang membahayakan negara ini, dan bukan sahaja aku tidak melakukan keburukan, bahkan akuberbuat baik kepada mereka yang membahayakanku. Ibuku melahirkan aku, dan dengan segera, orang-orang jahat mengambil susu ibuku dariku. Setidaknya Tuhan telah menciptakan rumput untuk kami lembu, dan bukan untuk manusia, namun mereka juga menghalang kami darinya. Namun, selain semua dugaan itu, kami menarik kereta sorong orang, membajak ladang dan memberi mereka roti. Namun tiada yang mengakui kebaikkan kami yang kami lakukan untuk tanah air…

– Atau mengambil puasa sebagai contoh; baiklah, bagi lelaki, agama memberitahu untuk berpuasa pada semua hari perayaan, namun mereka bahkan tidak sanggup menjalani puasa kecil ini, sementara akudan kaumku berpuasa sepanjang hidup kami, sejak pertama kali kita dipisahkan dari payudara ibu.

Lembu menundukkan kepalanya seolah-olah dia bimbang, lalu mengangkatnya lagi, mendengus dengan marah, dan seperti ada sesuatu yang penting datang kembali kepadanya, menyeksanya; secara tiba-tiba, dia melenguh dengan gembira:

– Oh, sekarang aku tahu, ianya mesti – dan dia terus berfikir, – begitulah; mereka bangga dengan kebebasan dan hak sivil mereka. Aku perlu memikirkannya dengan tegas lagi.

Dan dia berfikir, berfikir, tetapi tidak berjaya.

– Apakah hak mereka ini? Sekiranya polis memerintahkan mereka untuk mengundi, mereka mengundi, dan seperti itu, kita dengan mudah dapat melenguh: “Aaa-ta-ta-au!” Dan jika mereka tidak diperintahkan, mereka tidak berani mengundi, atau bahkan berkecimpung dalam politik, sama seperti kita. Mereka juga dipukul dalam penjara, walaupun tidak bersalah. Sekurang-kurangnya kita menipu dan melambai-lambai ekor kita, dan bahkan mereka tidak mempunyai sedikit keberanian sivik pun.

Dan pada ketika itu, tuannya keluar dari kedai. Mabuk, terhuyung-huyung, mata kabur, menggomelkan beberapa kata yang tidak dapat difahami, dia berjalan dengan perlahan ke arah kereta sorong.

– Lihat sahaja, bagaimana keturunan riak ini menggunakan kebebasan yang dimenangi dengan darah nenek moyangnya? Betul, tuanku adalah pemabuk dan pencuri, tetapi bagaimana dengan yang lain menggunakan kebebasan ini? Hanya untuk mengundurkan diri dan berbangga pada masa lalu dan dengan jasa nenek moyang mereka, di mana mereka mempunyai banyak sumbangan sepertiku. Dan kita lembu, kita tetap menjadi pekerja yang rajin dan berguna seperti nenek moyang kita dahulu. Kita adalah lembu, tetapi kita masih boleh berbangga dengan kerja keras dan jasa kita hari ini.

Lembu itu menghela nafas sedalam-dalamnya dan bersiap lehernya untuk disambung.

 

Di Belgrade, 1901
Untuk Projek “Radoje Domanović” yang diterjemahkan oleh Wan Nurul Nabila Wan Mansor, 2020